Selasa, 29 Januari 2013

Pengalaman Mengajar

Assalamu’alaikum bu guru,..itu doa anak-anak kelas 1B yang sekaligus sebagai kalimat sapaan buat saya di setiap pagi,tidak lupa bersalaman cium tangan bu guru dan yang lebih dari itu anak- anak selalu menshadaqahkan senyum mereka untuk bu guru.Subhanallah,..itu yang rutin dilakukan setiap pagi dan menjelang pulang. Ketika sedang asyiknya  mengajar  tiba tiba seorang anak mendekat, sambil menangis si anak berkata : “ bu guru aku diganggu sama si fulan..hix hix..pensilku direbut, buku tulisku dicoret-coret..hix hix..dan terhentilah pembelajaran sebentar karena harus mengkondisikan anak yang menangis dengan anak yang iseng meminjam barang temannya tanpa ijin. Taushiyah untuk semua anak agar mereka paham tentang adab meminjam barang kepada teman.
 
Itu sepenggal kisah dari sekian banyak kisah yang terjadi di kelas bawah.Dalam buku Mendidik dengan hati karya Imam Hasan Al Bana, dijelaskan bahwa seorang pendidik ibaratnya hendaklah bisa berperan sebagai dokter, dia menerima banyak pasien, memeriksa sakitnya dan kemudian memberi obat yang cocok dengan sakitnya.Dari banyak pasien tentunya berbeda sakit dan jenis obatnya.Begitu juga guru,walaupun tidak menguasai dari disiplin ilmu psykologi tapi dari pengalaman mengajar dengan banyak kasus yang terjadi pada anak-anak maka akan bisa mengambil tindakan yang tepat dalam menyelesaikan masalah yang terjadi pada anak-anak.Dinamika dalam proses belajar mengajar hampir semua sama, terutama pembelajaran kelas bawah. Suka duka selalu ada membersamai tergantung bagaimana guru mensikapi.  Sikap negative guru akan berdampak kepada hasil pembelajaran, bahwa anak – anak akan selalu sulit buat kita. Tapi sebaliknya sikap positif guru akan menjadikan motivasi buat anak bahwa mereka bisa melakukan dan senantiasa bersemangat untuk bisa.


Dengan kondisi keberagaman karakter anak, guru akan semakin tertantang untuk bisa menyelesaikan dari kasus masing-masing anak.Tipe tidak percaya diri, bagaimana menumbuhkan rasa untuk percaya diri bahwa mereka sebenarnya bisa melakukan itu.Tipe anak yang suka menangis, guru selalu membesarkan hatinya bahwa bu guru akan ada bersama anak-anak. Begitulah yang terjadi pada anak, dengan latar belakang keluarga yang berbeda akan terlihat karakter yang berbeda pula.Guru adalah figure bagi anak-anak didiknya, apa yang dilakukan guru menjadi potret bagi diri guru tersebut.Bahkan orang tua siswa terkadang merasa pendapatnya kurang didengar anak karena bu guru tidak mengajarkan seperti orang tuanya. Ada juga orang tua yang mengajak proaktif bekerja sama untuk keberhasilan anaknya.

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...